PEMUDA HARAPAN NUSA DAN BANGSA (28 Oktober 2017)

            Pertemuan Jakarta Bahasa Toastmasters (“Jabat”) di Sabtu ini terasa istimewa karena bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Setiap pemuda adalah penggerak bangsa dan negara.

            Pengarah Acara, Ikhsan, CC, CL, membawakan tema “Pemuda Harapan Nusa dan Bangsa” dan kata acuan “Sumpah Pemuda” dengan penuh semangat. Seperti biasa Pengarah Acara tidak bekerja sendiri, melainkan dibantu oleh Penilai Umum, TM Wenny, dan timnya. Tim Penilai Umum terdiri dari TM Hadi sebagai Pemerhati Tata Bahasa, TM Medy sebagai Pemerhati Bunyi Tanpa Makna, dan TM Welly sebagai Pencatat Waktu dan Pengumpul Kertas Suara.

            Pertemuan kali ini dibagi menjadi 3 sesi, yaitu: sesi pidato yang dipersiapkan, sesi pidato dadakan, dan sesi penilaian umum. Sesi pertama, yaitu sesi pidato yang dipersiapkan diisi oleh 2 pembicara, yaitu TM Agus dan TM Azka. Pembicara pertama, yaitu TM Agus, membawakan proyek pidato keempat yang berjudul “Sumpah Pemuda”. Di pidatonya ini TM Agus menanyakan siapa diantara hadirin yang sering mengikrarkan sumpah atau janji dan melanggarnya. TM Agus membagikan 2 cara agar selalu menepati janji terutama janji kepada diri sendiri, yaitu: merubah diri melalui kebiasaan-kebiasaan kecil dan melakukan trik 1 menit  yang merupakan bagian dari “Kaizen”

            Pembicara kedua, yaitu TM Azka, membawakan proyek pidato keenam yang berjudul “Masalah”. Di pidatonya ini TM Azka menceritakan tentang masalah yang sering ia hadapi di kantor. Setiap orang memiliki masalah sendiri, bergantung seberapa besar porsi hati dan pikiran yang Anda berikan untuk masalah tersebut. Tiga kiat menyederhanakan masalah, yaitu: tidak emosi saat dihadapkan dengan masalah, tidak membuat permasalahan sebagai drama, dan berpikir kreatif untuk menyelesaikan masalah.

            Sesi berikutnya adalah sesi pidato dadakan yang dipandu oleh TM Raja. Para pembicara di sesi ini adalah TM Medy, CTM Diwangkara, CTM Garry, CTM Benjamin, CTM Pande, CTM Angel, TM Hadi, dan TM Wenny. Para anggota dan tamu terlihat antusias dan beberapa mengajukan diri untuk maju di sesi ini.

            Sesi selanjutnya adalah sesi penilaian umum. Di sesi ini Penilai Individu, Tim Penilai Individu, dan Penilai Umum memberikan penilaian masing-masing sesuai tugasnya. Para Penilai Individu yang tidak segan membagikan ilmunya adalah Cephi, CC, CL, dan Ikhsan, CC, CL, yang masing-masing memberikan penilaian kepada TM Agus dan TM Azka.

            Panggung kehormatan adalah segmen yang paling dinantikan dan mendebarkan di Jabat. Setiap pembicara memiliki kemampuan yang berbeda tetapi satu yang menyatukan mereka, yaitu keinginan untuk terus maju. Pemenang ketiga sesi secara berurutan adalah TM Agus, TM Hadi dan CTM Angel, serta Cephi, CC, CL. TM Hadi dan CTM Angel memenangkan pembicara pidato dadakan bersama.

Kiri ke kanan: CTM Angel, TM Hadi, Cephi, CC, CL, TM Agus, TM Welly, dan TM Azka.

            Demikian pertemuan Jabat, Sabtu tanggal 28 Oktober. Sungguh pertemuan Sumpah Pemuda yang membakar jiwa dan membangkitkan patriotisme. Terima kasih para pembicara yang telah membawakan pidato dan semua pemegang peran. Sampai jupa di pertemuan Jabat Sabtu selanjutnya.

Foto bersama seluruh anggota dan tamu Jabat.

 

Ditulis oleh: TM Wenny.

One thought on “PEMUDA HARAPAN NUSA DAN BANGSA (28 Oktober 2017)

Leave a Reply