HARI GURU (25 November 2017)

            Hari Sabtu yang cerah dan kita semua kembali berkumpul di Jakarta Bahasa Toastmasters (Jabat)! Pada tanggal yang sama, tepat 23 tahun lalu, melalui Keppres Nomor 78 Tahun 1994, tanggal 25 November ditetapkan menjadi hari Guru Nasional. Tanggal tersebut sengaja dipilih karena bertepatan dengan hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Berdasarkan alasan tersebutlah, Pengarah Acara kita memilih tema “Hari Guru” dan kata acuan “Pelajaran”.

            Pengarah Acara kita pada pertemuan hari ini adalah TM Radja, yang dibantu oleh Penilai Umum kita, TM Wenny. Tim Penilai Umum terdiri dari TM Bima sebagai Pemerhati Tata Bahasa, Harlina DTM sebagai Pemerhati Bunyi Tanpa Makna, TM Welly sebagai Pencatat Waktu, dan TM Maharani sebagai Pengumpul Kertas Suara.

            Pertemuan kali ini dibagi menjadi 4 sesi, yaitu: sesi pidato yang dipersiapkan, sesi pidato dadakan, sesi penilaian umum, dan sesi edukasi. Sesi pertama, yaitu sesi pidato yang dipersiapkan diisi oleh 2 pembicara, yaitu TM Agus dan TM Iron. Pembicara pertama, yaitu TM Agus, membawakan pidato dari proyek BPD-5 yang berjudul “Pelajaran Hidup”. TM Agus menceritakan tentang masa remajanya ketika ia berlatih beladiri dan pendapat dari gurunya. Selama usianya, TM Agus mendapatkan beberapa pelajaran kehidupan, diantaranya: ekspresi diri adalah sesuatu yang bagus dalam kehidupan sehari-hari dan kalau kita menjadi orang tua, biarkanlah anak kita berekspresi. Pidato TM Agus ditutup dengan mengajak rekan-rekan dan para tamu untuk lebih berekspresi!

            Pembicara kedua, yaitu TM Iron, membawakan proyek BPD-6 yang berjudul “Menyingkapi Tantangan Baru & Perubahan”. TM Iron menceritakan tentang perubahan yang dialaminya beberapa bulan terakhir ini, ia mendapatkan proyek baru dari perusahaannya serta ditunjuk menjadi pemimpinnya dan ia harus bergabung dengan tim regional yang melibatkan beberapa negara dengan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi. Bagaimana cara mengatasi rasa takut dan menyingkapi perubahan? Menghadapi ketakutan dengan perspektif yang positif. Terima kasih atas pelajaran kehidupan yang diberikan oleh TM Agus dan TM Iron.

            Sesi berikutnya adalah sesi pidato dadakan yang dipandu oleh TM Medy. Para pembicara di sesi ini adalah TM Cynthis, CTM Ikhsan, TM Ikhsan, Muhaimin Latief, VC5, dan TM Maharani. Pemandu pidato dadakan menyajikan pertanyaan yang menarik dan membuat setiap pembicara memeras otak.

            Sesi selanjutnya adalah sesi penilaian umum. Di sesi ini Penilai Umum, Tim Penilai Umum, dan Penilai Individu memberikan penilaian masing-masing sesuai tugasnya. Penilai Individu yang tidak segan membagikan ilmunya pada pertemuan ini adalah Harlina, DTM yang menilai TM Agus dan Iin, ACB, ALB yang menilai TM Iron.

            Sesi keempat yang tidak kalah menariknya adalah sesi edukasi yang dibawakan oleh Muhaimin Latief, VC5, dengan judul “Mengenal Lebih Lanjut Apa itu ‘Pathways’ Toastmasters”. TM Muha menjelaskan secara lengkap mengenai mengapa setiap anggota harus mengambil pathways dan perbedaan antara sistem lama dengan pathways. Sesi ini ditutup dengan Ketua Bidang Pendidikan JABAT yang memberikan cendera mata kepada TM Muha. Terima kasih Muhaimin Latief, VC5!

            Setelah melewati 4 sesi, tentunya terdapat bagian yang paling mendebarkan yaitu panggung kehormatan. Di pertemuan kali ini TM Agustinus, TM Maharani, dan Indrijati Pudjilestari, ACB, ALB keluar sebagai pembicara terfavorit dari setiap sesi. Kerja keras dan latihan pasti membuahkan hasil!

Kiri ke Kanan: Indrijati Pudjilestari (Iin) ACB, ALB, TM Maharani, TM Agus.

            Pengarah Acara menutup pertemuan dengan sebuah pantun:

Bunga selasih hiasan pita

Bunga cempaka dibuat jamu

Terimakasih guru tercinta

Tak kan ku lupa jasa-jasamu

             Demikian pertemuan Jabat, Sabtu tanggal 28 November 2017. Terima kasih para pembicara, pemegang peran, pemberi edukasi, dan penilai individu. Sampai jumpa di pertemuan Jabat pada Sabtu 9 Desember 2017!

Foto bersama seluruah anggota dan tamu Jabat.

Ditulis oleh: Wenny, TM.

Leave a Reply