WASPADA (9 Desember 2017)

          Hari Sabtu yang cerah dan kita semua kembali berkumpul di Jakarta Bahasa Toastmasters (Jabat)!

          Sejak 19 November 2017, hati khalayak ramai dibuat cemas dengan ramalan Mbah Mijan: “Astagfirullah, saya ingin Indonesia berhati-hati … 9 Desember 2017, … salah satunya ada burung besi mengalami tragedi, … intinya waspada di 09 bulan depan, … amiiin.” Waspada sebelum suatu peristiwa terjadi adalah hal yang baik, namun terlalu berhati-hati dapat menghambat aktifitas. Alasan tersebutlah yang mendorong Pengarah Acara kita memilih tema “Waspada” dan kata acuan “Hati-hati“.

          Pengarah Acara kita pada pertemuan hari ini adalah TM Agustinus, yang dibantu oleh Penilai Umum sekaligus Pasangan Setianya, TM Welly. Tim Penilai Umum terdiri dari TM Winda sebagai Pemerhati Tata Bahasa, TM Meity sebagai Pemerhati Bunyi Tanpa Makna, TM Wenny sebagai Pencatat Waktu, dan TM Maharani sebagai Pengumpul Kertas Suara.

          Pertemuan kali ini dibagi menjadi 3 sesi, yaitu: sesi pidato yang dipersiapkan, sesi pidato dadakan, dan sesi penilaian umum. Sesi pertama, yaitu sesi pidato yang dipersiapkan diisi oleh 2 pembicara, yaitu TM Bima dan TM Ikhsan. Pembicara pertama, yaitu TM Bima, membawakan pidato dari proyek BPD-9 yang berjudul “Menulis Mencapai Harapan”. TM Bima mengajak hadirin untuk menulis sebelum menyampaikan pidato.

          Pembicara kedua, yaitu TM Ikhsan, membawakan proyek BPL-1 yang berjudul “Timun Mas”. TM Ikhsan bercerita tentang seorang Janda yang berhati-hati terhadap Raksasa. Oleh Sang Raksasa, Si Janda mendapatkan bingkisan biji timun, yang ketika ditanam menghasilkan seorang bayi. Bayi tersebut lalu bertumbuh menjadi perempuan remaja yang akhirnya menang melawan Sang Raksasa. Bayi tersebut tak lain adalah Timun Mas. TM Ikhsan membawakan kisah dongeng tersebut dengan sangat apik.

          Sesi berikutnya adalah sesi pidato dadakan yang dipandu oleh TM Hanni. Para pembicara di sesi ini adalah TM Sasti, CTM Reine, TM Bagus, CTM Febri, CTM Ahmad, CTM Anastasia, dan DTM Harlina. Pemandu pidato dadakan menyajikan pertanyaan yang menarik dan membuat setiap pembicara memeras otak.

          Sesi selanjutnya adalah sesi penilaian umum. Di sesi ini Penilai Umum, Tim Penilai Umum, dan Penilai Individu memberikan penilaian masing-masing sesuai tugasnya. Penilai Individu yang tidak segan membagikan ilmunya pada pertemuan ini adalah Hariadi, ACB, ALB yang menilai TM Bima dan Cynthis, CC, CL yang menilai Ikhsan, CC.

          Setelah melewati 3 sesi, tentunya terdapat bagian yang paling mendebarkan yaitu panggung kehormatan. Kerjakeras dan persiapan yang matang tidak akan mengkhianati hasil. Pembicara terfavorit dari setiap sesi di pertemuan kali ini adalah TM Bima, Sasti, CC, CL, dan Cynthis, CC.

Kiri ke kanan: TM Maharani, TM Bima, Sasti, CC, CL, Cynthis, CC, CL, TM Agustinus.

          Demikian pertemuan Jabat, Sabtu tanggal 9 Desember 2017. Terima kasih untuk para pembicara, pemegang peran, penilai individu, dan hadirin. Berkat merekalah acara dapat berlangsung dengan kreatif dan inspiratif!

Foto bersama seluruh anggota dan tamu Jabat.

 

Ditulis oleh: Wenny, TM.

Leave a Reply