MENYAMBUT TAHUN BARU (16 Desember 2017)

            Hari Sabtu yang cerah dan kita semua kembali berkumpul di Jakarta Bahasa Toastmasters (Jabat)! Tidak terasa sebentar lagi sudah pergantian tahun. Oleh karena itu Pengarah Acara Meity, TM memilih tema “Menyambut Tahun Baru”. Tahun baru identik dengan resolusi. Berdasarkan penelitian dari Richard Wiesman, 88 % resolusi yang dibuat seseorang cenderung gagal karena jumlah resolusi yang terlalu banyak, tidak spesifik, dan tidak menceritakan resolusi kepada orang lain. Untuk itu kata acuan hari ini adalah “Resolusi”.

            Pengarah Acara kita dibantu oleh Penilai Umum, TM Bima. Tim Penilai Umum terdiri dari Cephi, CC, CL sebagai Pemerhati Tata Bahasa dan Pemerhati Bunyi Tanpa Makna, dan TM Maharani sebagai Pencatat Waktu dan Pengumpul Kertas Suara.

            Pertemuan kali ini dibagi menjadi 3 sesi, yaitu: sesi Pidato yang Dipersiapkan, sesi Pidato Dadakan, dan sesi Penilaian Umum. Sesi pertama, yaitu sesi Pidato yang Dipersiapkan diisi oleh 2 pembicara, yaitu TM Fitrini dan Cynthis, CC, CL. Pembicara pertama, yaitu TM Fitrini, membawakan pidato dari proyek Bimbingan Efektif – 1 yang berjudul “Nama Saya Fitrini”. Melalui pidato pertamanya, kita menjadi lebih mengenal Toastmaster yang dilahirkan di kota Pematang Siantar, Sumatera Utara.

            Pembicara kedua, yaitu Cynthis, CC, CL, membawakan proyek BPL-1 dari Seri Kepemimpinan yang berjudul “Memberikan Umpan Balik yang Efektif”. Dalam pidatonya Cynthis, CC, CL memberikan pengertian umpan balik yang efektif, 4 langkah memberikan umpan balik yang kreatif (TASK), teknik untuk memberikan umpan balik yang efektif, serta teknik untuk mengenali dan mengakui kinerja positif. “Memberikan Umpan Balik yang Efektif” merupakan pidato pertama dari Cynthis, CC, CL untuk mencapai Advanced Leadership Bronze.

            Sesi berikutnya adalah sesi Pidato Dadakan yang dipandu oleh  Ikhsan, CC, CL. Sesi ini tampak berbeda karena Pemandu Pidato Dadakan menyelenggarakan pidato dadakan yang dilakukan secara berpasangan. Pasangan pembicara memilih 1 skenario. Kemudian pembicara pertama dan kedua memberikan pidato berdasarkan situasi dan peran-peran dalam skenario tersebut. Misalnya skenario negosiasi bisnis. Pembicara pertama berperan sebagai pembeli dan pembicara kedua berperan sebagai penjual. Demikian selanjutnya sampai dengan pasangan kelima. Para peserta Pidato Dadakan di pertemuan hari ini adalah TM Bima, TM Fitrini, CTM Surya, Cephi, CC, CL, CTM Karina, CTM Ahmad, CTM Indra, CTM Ardi, CTM Angel, dan TM Lambang.

            Sesi selanjutnya adalah sesi penilaian umum. Di sesi ini Penilai Umum, Tim Penilai Umum, dan Penilai Individu memberikan penilaian masing-masing sesuai tugasnya. Penilai Individu yang tidak segan membagikan ilmunya pada pertemuan ini adalah TM Lambang yang menilai TM Fitrini dan Hariadi, ACB, ALB yang menilai Cynthis, CC, CL.

            Setelah melewati 3 sesi, tentunya terdapat bagian yang paling mendebarkan yaitu panggung kehormatan. Kerjakeras dan persiapan yang matang tidak akan mengkhianati hasil. Pembicara terfavorit dari setiap sesi di pertemuan kali ini adalah Cynthis, CC, CL, Hariadi, ACB, ALB, dan CTM Surya.

Kiri ke kanan: Surya, CTM, Cynthis, CC, CL, Hariadi, ACB, ALB, Maharani, TM.

            Pengarah Acara menutup pertemuan dengan kata mutiara dari Merry Riana: “Jangan membuat resolusi jika semangat Anda seperti kembang api. Heboh dan seru tapi cuma sebentar. Habis itu langsung mati. Anda harusnya seperti perangko yang menempel terus sampai tujuan.”

            Demikian pertemuan Jabat, Sabtu tanggal 16 Desember 2017. Terima kasih untuk para pembicara, pemegang peran, penilai individu, dan hadirin. Berkat merekalah acara dapat berlangsung dengan kreatif dan inspiratif!

 

Foto bersama seluruh anggota dan tamu Jabat.

Leave a Reply