KELUAR DARI ZONA NYAMAN (24 FEBRUARI 2018)

          Sabtu yang cerah bersama Jakarta Bahasa Toastmasters (Jabat)! Setelah melewati liburan panjang 16-18 Februari, Pengarah Acara Jabat mengajak kita keluar dari zona nyaman dan rutinitas. Zona nyaman adalah kondisi yang membuat kita merasa aman dan nyaman, tetapi tidak membuat hidup mengalami perkembangan. Kita harus masuk ke dalam zona berbahaya untuk menjemput mujizat. Pembawa acara Jabat hari ini adalah TM Angel, dengan Tema “Keluar dari Zona Nyaman” dan kata acuan “Tantangan”.

          TM Angel yang telah menaklukan tantangan pertama sebagai Pengarah Acara dibantu oleh Penilai Umum, TM Welly. Tim Penilai Umum yang solid adalah TM Meity sebagai Pemerhati Tata Bahasa, TM Nugi sebagai Pemerhati Bunyi Tanpa Makna, TM Wenny sebagai Pencatat Waktu, dan TM Budi sebagai Penghitung Kertas Suara.

          Pertemuan yang penuh tantangan ini dibagi menjadi 3 sesi, yaitu sesi Pidato yang Dipersiapkan, sesi Pidato Dadakan, dan sesi Penilaian Umum. Pada sesi Pidato yang Dipersiapkan terdapat 2 pembicara yang telah mempersiapkan diri secara maksimal, yaitu TM Meity dan TM Hadi.

          Pembicara pertama yaitu TM Meity membawakan pidato dari level 1 dari Jalur Penguasaan Presentasi yang berjudul “Uang Tersayang”. Ingatkah rekan-rekan akan suatu peribahasa: “Ada uang Abang sayang, tak ada uang Abang melayang”? TM Meity memberikan trik mencapai keseimbangan antara menyimpan dan membelanjakan uang, yaitu tidak menghemat pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan, pengeluaran untuk menambah ilmu dan pengetahuan, dan pengeluaran untuk merawat hubungan dengan orang lain.

          Pembicara kedua yaitu TM Hadi membawakan pidato level 2 dari Jalur Hubungan Strategis yang berjudul “Penggaris Kepemimpinan”. Pidato ke-1 dari “Penggaris Kepemimpinan” dapat dibaca di pertemuan tanggal 4 November 2017. Di pidato kali ini postur tubuh TM Hadi terlihat lebih terbuka dan mengajak rekan-rekan untuk mengikuti teori kepemimpinan yang dipaparkannya. TM Meity dan TM Hadi telah sukses membawakan pidato.

          Sesi berikutnya yaitu sesi Pidato Dadakan yang penuh dengan tantangan. Di sesi ini setiap pembicara dilatih untuk berpikir dan mengolah kata secara cepat. Sesi Pidato Dadakan dipandu oleh Ade, CC, CL. TM Ade memberikan pilihan pertanyaan atau pernyataan dengan menggunakan sedotan yang telah diselipkan kertas. Para peserta sesi Pidato Dadakan adalah TM Wenny, CTM Tengku, TM Satrio, CTM Irene, TM Mewan, CTM Bryan, dan TM Nugi.

          Sesi selanjutnya adalah Sesi Penilaian Umum.  Di sesi ini Penilai Umum, Tim Penilai Umum, dan Penilai Individu memberikan penilaian masing-masing sesuai tugasnya. Penilai Individu yang tidak segan membagikan ilmunya pada pertemuan ini adalah Harlina, DTM yang menilai TM Meity, dan Ade, CC, CL yang menilai TM Hadi.

          Setelah melewati 3 sesi, tentulah bagian ini merupakan bagian yang paling ditunggu-tunggu yaitu panggung kehormatan. Dalam setiap pertandingan, selalu ada kebahagiaan. Para Pembicara terfavorit dari setiap sesi adalah TM Meity sebagai pembicara terfavorit dari sesi Pidato yang Dipersiapkan, TM Mewan, CTM Bryan, dan TM Nugi sebagai pembicara terfavorit dari sesi Pidato yang Dipersiapkan, dan Harlina, DTM sebagai pembicara terfavorit dari sesi Penilaian Individu.

Foto (kiri-kanan): TM Meity, CTM Mewan, CTM Bryan, TM Nugi, Harlina, DTM, TM Wenny, dan TM Budi.

         Sebelum mengembalikan acara ke pengurus, Pengarah Acara membagikan pesan bijak: “Ingatlah untuk mendapatkan mutiara yang indah, Anda harus berani terjun ke lautan yang dalam. Sementara Anda tidak akan dapat menyelami lautan dalam sampai anda mempunyai keberanian untuk melupakan pantai.”

         Selamat hari Sabtu, mari mengambil tantangan yang ada, dan sampai jumpa di pertemuan Jabat berikutnya!

Foto bersama seluruh anggota dan tamu Jabat.

Leave a Reply