HIDUP HANYA SEKALI (24 MARET 2018)

          YOLO. You only live once. Apa pendapat Rekan-rekan pada saat mendengar ungkapan tersebut? Hidup hanya satu kali. Terserah bagaimana anda menggunakannya, apakah mempergunakannya secara buruk, seperti memakai obat-obatan yang dilarang oleh negara, ataukah secara bermanfaat seperti menimba ilmu dan berguna bagi bangsa dan negara? Saya percaya Rekan-rekan Jabat mempergunakannya dengan baik. Pembawa acara Sabtu ini adalah TM Agustinus, dengan tema “Hidup Hanya Satu Kali” dan kata acuan “Maksimal”.

          Sabtu ini, pembawa acara Jabat bekerja sama dengan penilai umum, TM Meity, dan timnya. TM Welly sebagai Pemerhati Tata Bahasa dan Pemerhati Bunyi Tanpa Makna serta TM Lukman sebagai Pencatat Waktu dan Pengumpul Kertas Suara.

          Seluruh pertemuan Jabat terbagi atas 3 sesi, yaitu: sesi pidato yang dipersiapkan dan sesi pidato penilaian, sesi pidato dadakan, dan sesi penilaian umum.

          Sesi pidato yang dipersiapkan adalah sesi di mana pembicara membawakan pidato yang telah diperiksa naskahnya dan dilatih gerak tubuhnya. Pembicara pada sesi pidato yang dipersiapkan adalah TM Hadi. TM Hadi membawakan pidato dari level 2 Pathways dengan judul “Etnosentrisme”. Etnosentrisme adalah bagaimana kita memandang budaya orang lain dengan kaca mata budaya kita.

          Sesi pidato penilaian adalah sesi di mana para penilai baru dapat berlatih dan para penilai ini akan dinilai juga oleh penilai individu. Penilai pada sesi pidato penilaian adalah TM Panji yang akan berlatih menilai TM Hadi. TM Panji memaparkan beberapa hal positif dalam pidato TM Hadi.

          Sesi ketiga adalah sesi pidato dadakan. Di sesi ini, pemandu pidato dadakan, yaitu TM Wenny memberikan beberapa pertanyaan dan pernyataan. Peserta dari sesi pidato dadakan adalah TM Donny, Ikhsan, CC, CTM Irene, TM Ade, CTM Rizki, TM Hadi, TM Panji, TM Agustinus, dan TM Meity.

          Sesi berikutnya adalah Sesi Penilaian Umum. Di sesi ini Penilai Umum dan timnya, beserta Penilai Individu memberikan penilaian sesuai tugas masing-masing. Penilai Individu yang membagikan ilmu dengan sangat baiknya adalah Ikhsan, CC yang menilai TM Hadi dan Ade, CC, CL yang menilai TM Panji.

          Setelah melewati 3 sesi, tibalah kita di bagian panggung kehormatan. Para Pembicara terfavorit adalah TM Panji sebagai pembicara terbaik dari pidato yang dipersiapkan, TM Ade sebagai pembicara terbaik dari penilaian individu dan pidato dadakan.

 

Foto: (kiri-kanan) TM Lukman, Ade, CC, CL, TM Panji, TM Wenny.

 

          Tak ada acara yang tak berakhir. Terima kasih kepada para penilai individu, pembicara, dan pemegang peran. Sampai jumpa di pertemuan berikutnya!

Foto: Seluruh anggota Jabat dan tamu

#SalamJabat #AyokeJabat

Penulis: TM Wenny.

Leave a Reply