MATA UANG DIGITAL (10 MARET 2018)

          Sabtu yang ceria bersama Jakarta Bahasa Toastmasters (Jabat)! Dalam beberapa tahun terakhir, mata uang digital menjadi topik yang hangat dibicarakan di Indonesia. Mata uang digital adalah mata uang yang dibuat dengan melibatkan disiplin ilmu yang berkaitan dengan sistem keamanan dari kode-kode komunikasi atau kode-kode rahasia. Mata uang digital memiliki julukan lain, yaitu mata uang virtual. Virtual atau maya adalah sesuatu yang tampaknya ada, tetapi nyatanya tidak ada. Dalam rangka mengajak rekan-rekan Jabat dan para tamu mengenal lebih jauh mengenai mata uang digital, pembawa acara memilih tema “Mata Uang Digital” dan kata acuan “Virtual”.

          Pembawa acara hari ini adalah TM Panji yang dibantu penilai umum, TM Wenny. Tim dari penilai umum yang solid adalah TM Wenny sebagai pemerhati tata bahasa, TM Angel sebagai pemerhati bunyi tanpa makna dan pengumpul kertas suara, serta CTM Tengku sebagai pencatat waktu.

          Pertemuan yang menambah ilmu ini dibagi menjadi 3 sesi, yaitu sesi pidato yang dipersiapkan, sesi pidato dadakan, dan sesi penilaian umum. Pada sesi pidato yang dipersiapkan terdapat 2 pembicara yang telah mempersiapkan diri secara maksimal, yaitu TM Donny dan TM Agus.

          Pembicara pertama yaitu TM Donny membawakan pidato dari proyek BPD-3 yang berjudul “Mengapa Manusia Perlu Dimotivasi?” TM Donny memaparkan 3 unsur manusia, yaitu: pikiran, fisik, dan lingkungan. Apa yang ditabur dalam pikiran dapat mempengaruhi fisik atau tindakan, karakter, dan nasib yang berakibat kepada lingkungan. Oleh karena itu, mari kita menabur hal-hal positif di pikiran kita.

          Pembicara kedua yaitu TM Agus membawakan pidato dari proyek BPD 7 yang berjudul “Jadi Bos”. TM Agus memberikan persentase golongan di bawah usia 30 tahun dan golongan di atas usia 60 tahun yang berkeinginan menjadi pengusaha. Empat hal yang menjadi pertimbangan bagi seseorang untuk menjadi pengusaha: modal, resiko rugi, penghasilan tanpa batas, dan fleksibilitas waktu. TM Agus menyertakan saran dari Robert T Kiyosaki bagi para calon pengusaha, yaitu memulai dari bidang penjualan!

          Sesi berikutnya yaitu sesi pidato dadakan yang penuh dengan tantangan. Di sesi ini setiap pembicara dilatih untuk berpikir dan mengolah kata secara cepat. Sesi Pidato Dadakan dipandu oleh TM Iron yang memberikan 8 pertanyaan atau pernyataan dengan sangat apik. TM Ade memberikan pilihan pertanyaan atau pernyataan dengan menggunakan kertas yang dimasukkan ke dalam sedotan. Para peserta sesi pidato dadakan adalah TM Donny, CTM Alberto, CTM Tengku, CTM Ani, CTM Yuko, CTM Merlina.

          Sesi selanjutnya adalah Sesi Penilaian Umum.  Di sesi ini Penilai Umum, Tim Penilai Umum, dan Penilai Individu memberikan penilaian masing-masing sesuai tugasnya. Penilai Individu yang tidak segan membagikan ilmunya pada pertemuan ini adalah Ade, CC, CL yang menilai TM Donny dan TM Agus.

          Setelah melewati 3 sesi, tentulah bagian ini merupakan bagian yang paling ditunggu-tunggu yaitu panggung kehormatan. Dalam setiap pertandingan, selalu ada kebahagiaan. Para Pembicara terfavorit dari setiap sesi adalah TM Donny sebagai pembicara dari sesi pidato yang dipersiapkan, CTM Alberto sebagai pembicara terfavorit dari sesi pidato yang dipersiapkan, dan Ade, CC, CL sebagai pembicara terfavorit dari sesi penilaian individu.

Foto (kiri-kanan): TM Agus, TM Angel, Ade, CC, CL, TM Donny, CTM Alberto.

          Setelah melewati suatu pertemuan menarik di hari Sabtu, pembawa acara menutup pertemuan dengan mengajak kita menggali informasi sebanyak mungkin serta memberikan pesan bijak: “Ingatlah untuk mendapatkan mutiara yang indah, Anda harus berani terjun ke lautan yang dalam. Sementara Anda tidak akan dapat menyelami lautan dalam sampai anda mempunyai keberanian untuk melupakan pantai.”

          Sungguh pertemuan yang sangat membuka wawasan, selamat berakhir pekan, dan sampai jumpa di pertemuan Jabat di Sabtu, 24 Maret 2018!

Foto: Seluruh anggota Jabat dan tamu.

Ditulis oleh: TM Wenny.

Leave a Reply